Wednesday, July 30, 2025



 

SISTEM RANGKA DAN OTOT MANUSIA

1. Sistem Rangka (Sistem Skeletal)

Pengertian:

Sistem rangka adalah sistem organ yang terdiri dari tulang-tulang yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai penopang tubuh, pelindung organ dalam, alat gerak pasif, serta tempat pembentukan sel darah merah di sumsum tulang.

Fungsi Sistem Rangka

Menopang tubuh

Melindungi organ vital (contoh: tengkorak melindungi otak, tulang rusuk melindungi jantung dan paru-paru)

 

 

Membentuk struktur tubuh

 

 

Tempat melekatnya otot

 

Membantu pergerakan bersama sistem otot

 

 

Tempat pembentukan sel darah merah (hematopoiesis)

 

Jenis Tulang Berdasarkan Bentuknya:

 

Tulang panjang (pipa): Contoh: tulang paha (femur), tulang lengan atas (humerus)

 

 

Tulang pendek: Contoh: tulang pergelangan tangan (karpal)

 

Tulang pipih: Contoh: tulang tengkorak, tulang dada (sternum)

 

 

Tulang tidak beraturan: Contoh: tulang belakang (vertebra)

 

Ilustrasi Sistem Rangka:


2. Sistem Otot (Sistem Muskulatur)

Pengertian:

Sistem otot terdiri dari jaringan otot yang bekerja sama dengan rangka untuk menghasilkan gerakan tubuh. Otot adalah alat gerak aktif karena mampu berkontraksi dan relaksasi.

Fungsi Sistem Otot:

 

Menggerakkan rangka (berjalan, berlari, mengangkat)

 

 

Memompa darah (oleh otot jantung)

 

Membantu pernapasan (otot diafragma)

 

Menjaga postur tubuh

 

 

Menghasilkan panas tubuh

 

Jenis Otot Berdasarkan Bentuk dan Letaknya:

 

Otot rangka (otot lurik): Menempel pada tulang, bergerak secara sadar (volunter)

 

 

Otot polos: Terdapat pada organ dalam seperti usus, pembuluh darah; bergerak tidak sadar

 

 

Otot jantung: Hanya terdapat pada jantung; bergerak tidak sadar tapi berirama

 

Cara Kerja Otot:

Otot bekerja secara antagonis, yaitu:

 

Fleksor – Ekstensor: Contoh: otot bisep dan trisep

 

 

Ketika otot bisep berkontraksi, trisep relaksasi → lengan menekuk.

 

 

Ketika otot trisep berkontraksi, bisep relaksasi → lengan meluruskan.

 

Ilustrasi Sistem Otot:


Hubungan Rangka dan Otot

Sistem rangka dan otot bekerja sama membentuk sistem gerak manusia. Rangka memberi struktur dan tempat bagi otot melekat, sementara otot menggerakkan rangka melalui kontraksi. Gerakan terjadi karena kerja sama antara otot sebagai alat gerak ak pasif.

 

 

 

         SisTEM REPRODUKSI MANUSIA

Pria

Sistem reproduksi pada pria mencakup testis, duktus seminalis, vesika seminalis, kelenjar prostat dan bulbouretral, uretraskrotum, dan penis. Struktur tersebut secara bersama-sama menghasilkan produk yang unik, yaitu sperma, cairan seminalis, dan androgen. Cairan seminal adalah sekresi yang dikumpulkan dari testis, epididimisvesikula seminalis, dan prostat serta kelenjar bulbouretra, atau disebut juga semen. Fungsi atau tujuan biologis dari sistem reproduksi pria adalah untuk membentuk dan mengirimkan gametosit (sperma) ke lubang uterus wanita. Pengiriman tersebut diselesaikan melalui suatu aksi persetubuhan, atau koitus, ketika penis yang ereksi disisipkan ke dalam vagina, mengejakulasikan semen.[7] Sistem reproduksi pria menghasilkan hormon-hormon seks jantan, atau androgen, yang mempersiapkan kelenjar-kelenjar dan saluran-saluran tubular pada saluran reproduksi agar berfungsi, serta menghasilkan karakteristik-karakteristik seksual sekunder.[5]

Sepasang testis sebagai organ primer pria dengan bentuk oval, yang terbungkus dalam kantong skrotum. Testis berfungsi sebagai penghasil sperma dan hormon testosteron oleh sel-sel interstitial. Lobus-lobus di dalam testis mengandung tubulus seminiferous yang berbelit-belit dan bergabung menjadi saluran epididimis. Sepasang epididimis, saluran panjang berkelok-kelok terdapat di dalam skrotum, sebagai tempat mengalirnya sperma dan semen meninggalkan testis.[7] Vas deferens merupakan lanjutan langsung dari epididimis. Vas deferens kemudian berlanjut menuju duktus vesikula seminalis, dan bersama-sama membentuk duktus ejakulatorius yang bermuara pada uretra di bagian prostat.[8] Uretra sebagai saluran keluarnya sperma. Sperma diangkut dalam cairan seminal yang tebentuk sepanjang saluran reproduksi pria. Pada manusia, aktivitas sperma dapat berlangsung selama seminggu dalam saluran reproduksi perempuan dan tiga hari dalam jenazah laki-laki.[5]

Wanita

Ilustrasi organ reproduksi wanita

Sistem reproduksi wanita mencakup ovariumtuba uterin (tuba fallopii/oviduk), uterusvaginavulva, dan payudara. Kesemua organ-organ ini menghasilkan gamet wanita (ovum) dan hormon-hormon. Tujuan dan fungsi sistem reproduksi wanita adalah untuk memberikan tempat bagi penis pria pada saat koitus dan merupakan tempat dimana ovum yang telah dibuahi dapat tumbuh menjadi bayi, dan memproduksi ASI untuk bayi yang baru lahir.[7]

Gonad wanita adalah sepasang ovarium yang tetap berada di dalam rongga abdominal, ditahan pada posisinya oleh ligamen dan mesenterium yang bermembran tipis. Ovarium berfungsi menghasilkan ovum dan hormon (estrogen dan progesteron). Lebih dari 400.000 sel telur potensial terdapat dalam ovarium, tapi hanya sekitar 400 yang akan menjalani meiosis sempurna. Jika sel telur pada ovarium telah masak, akan dilepaskan dari ovarium, dan peristiwa pelepasan telur dari ovarium disebut ovulasi. Tuba fallopi yang berada di atas ovarium merupakan tempat terjadinya fertilisasi sel-sel telur yang kemudian akan menuju ke uterus. Uterus merupakan tempat berlangsungnya perkembangan embrio yang akan menjadi fetus. Uterus terhubung ke saluran pendek bertepi yang tak rata yang dikenal sebagai vagina.[5] Vagina menerima penis dan semen pada saat koitus, mengeluarkan aliran menstruasi, dan membentuk saluran tempat terjadinya kelahiran. Genitalia eksterna wanita disebut vulva.[7]

Manusia tidak punya musim tertentu bagi aktivitas seksual, seperti hampir semua mamalia lainnya. Koitus dapat terjadi kapan saja dan koitus selain berperan dalam fungsi reproduksi, bisa pula berfungsi hanya sebagai aktivitas untuk mempertahankan seksualitas, yakni dengan menggunakan kontrasepsi. Kontrasepsi adalah mencegah terjadinya pembuahan. Ada beberapa metode, di antaranya yaitu:[5]

1. IUD diletakkan pada uterus

2. Kondom

3. Suntikan

4. Pil pencegah kehamilan

5. Implant

6. Sterilisasi:

· Vasektomi: mengikat/memutuskan vas deferens pada testis pria. Metode ini ialah jenis kontrasepsi yang terbaik dari segi efektivitas.

· Tubektomi; mengikat/memutuskan tuba fallopi wanita

 

Berpikir komputasional dan Cyber protection

Cyber protection Cyber protection atau perlindungan siber adalah serangkaian tindakan, teknologi, aturan, dan kebiasaan yang digunakan untuk...